Aku di besarkan dalam keluarga kecil yang sederhana dan bahagia. Seorang ibu yang hebat yang senantiasa memotivasi untuk punya mimpi-mimpi. Seorang ayah yang begitu penyabar, tegas dan selalu memberikan contoh yang baik untukku. Di dalam dekapan mereka aku bahagia menjadi bagian dari mereka. Aku bangga karena telah terlahir dari seorang ibu yang hebat seperti ibuku. :) Aku masih selalu mengingat hal-hal yang membahagiakan ini. Kelak suatu saat nanti aku juga ingin memilki keluarga yang seperti itu keluarga bahagia, berkecukupan, harmonis. Memiliki anak-anak yang baik dan cerdas, anak-anak yang sholeh dan sholehah. Mendidik mereka dari kecil untuk punya mimpi yang besar. Mempunyai seorang imam yang bisa membimbingku menjadi istri yang baik. Membahagiakanku di dunia dan di akhirat. Seorang imam yang tidak hanya mecintaiku tetapi juga menghormatiku. Anak-anak yang patuh terhadapku dan pada imamku. Keluarga seperti itu yang selalu di harapkan oleh semua orang. Keluarga bahagia :)
Langit yang mendung sedikit demi sedikit berganti cerah, pelangi akan datang. Kesedihan sedikit demi sedikit berganti kebahagian.
Senin, 29 Desember 2014
Kehilangan
Pagi itu datang lagi, meghapus semua mimpi-mimpi malam
Pagi itu datang lagi, membuat aku harus menatap realita kehidupan
Menata hati yang tak mau mengerti
Mentari pagi mengajak tersenyum hati yang terluka
Memberikan senyum dan secercah harapan untuk esok hari
Secercah harapan untuk hati yang kehilangan
Kehilangan senyuman
Kehilangan bait-bait harapan
Mentari pagi kembali menyinari
mengajarkan untuk beranjak dari keputusasaan
memulai harapan baru
memulai hidup baru
dan memulai senyuman baru
Sabtu, 27 Desember 2014
Temanya, masih hari ibu :)
Apa kabar ibu mu? Apakah dia baik-baik saja?
Apa kabar adikmu? apakah dia baik-baik saja juga?
Ku kirimkan doaku di sini untuk ibumu dan adikmu. Semoga Allah selalu melindunginya. Selalu melapangkan hatinya. :)
Dan untuk adikmu semoga dia menjadi penyemangat untukmu, yang akan memotivasimu menjadi kakak yang baik.
Semoga kamu bisa menjadi anak yang baik untuk ibu mu. Yang akan menjaga ibumu dan adikmu. :)
Selamat hari ibu, meskipun sedikit terlambat ku ucapkan selamat hari ibu untuk ibu mu dan adikmu melalui tulisan ini. :)
Dari seseorang yang pernah kau ceritakan tentang ibumu dan adikmu :)
Apa kabar adikmu? apakah dia baik-baik saja juga?
Ku kirimkan doaku di sini untuk ibumu dan adikmu. Semoga Allah selalu melindunginya. Selalu melapangkan hatinya. :)
Dan untuk adikmu semoga dia menjadi penyemangat untukmu, yang akan memotivasimu menjadi kakak yang baik.
Semoga kamu bisa menjadi anak yang baik untuk ibu mu. Yang akan menjaga ibumu dan adikmu. :)
Selamat hari ibu, meskipun sedikit terlambat ku ucapkan selamat hari ibu untuk ibu mu dan adikmu melalui tulisan ini. :)
Dari seseorang yang pernah kau ceritakan tentang ibumu dan adikmu :)
Menjadi Dewasa dan Bijak
Menjadi dewasa dan bijak ternyata tidak mudah, sering kali kita begitu dewasa menyikapi masalah orang lain. Tapi saat masalah itu menjadi masalah kita. Kita juga membutuhkan orang lain untuk menjadi tempat untuk kita bertukar fikiran. Seseorang pernah bilang bahkan seorang dokter yang profesional pun ketika sakit dia juga membutuhkan dokter lain untuk mengobati sakitnya.
Intinya kita tidak bisa menghadapi masalah itu sendiri, kita membutuhkan orang lain untuk membantu menyembuhkan luka kita. Kita membutuhkan orang lain untuk membantu menyelesaikan masalah kita.
Jumat, 26 Desember 2014
Dear para calon ibu
Dear para calon ibu, dimanapun kalian berada. Ingatlah bahwa kita adalah para calon ibu. Apapun yang akan kita lakukan selalu ingat bahwa kita adalah para calon ibu yang akan mendidik anak-anak kita nantinya. Kita yang akan menentukan bagaimana ke depannya generasi penerus kita nantinya. Semoga kita nantinya para calon ibu bisa menjadi ibu yang baik dan ibu terbaik untuk generasi penerus kita nantinya. Menjadi Ibu yang berkualitas agar menghasilkan generasi penerus yang berkualitas.
Minggu, 21 Desember 2014
Sepucuk Surat Untuk Ibu
Dear ibu...
terima kasih telah membawa aku menatap indahnya dunia ini.
terimakasih telah membesarkan aku selama in hingga aku seperti sekarang.
Ibu.. terima kasih telah mendidikku selama ini. Engkau mengajarkan aku bagaimana aku harus bersikap sebagai seorang wanita.
Engkau mengajarkan aku apa yang boleh dan apa yang tidak boleh di lakukan sebagai seorang wanita.
Engkau yang selalu mengajarkan aku bagaimana seharusnya seorang hamba yang harus patuh pada Tuhan-Nya.
Ibu.. engkau adalah orang yang selalu menginspirasiku.
Di dedikasikan untuk ibuku tersayang, terima kasih sudah jadi ibu yang baik dan ibu terbaik selama ini.
Kamis, 11 Desember 2014
Sejenak ingin Menjauh
Aku ingin pergi, sejenak ingin menjauh, melupakan hal-hal kecil yang begitu melukai, melupakan tentang semuanya, melupakan tentang luka yang hadir dalam setiap senyum yang ada.
Aku begitu takut untuk melukai seseorang hingga aku mendorong diriku sendiri menjauh dari orang tersebut.
Aku lebih memilih aku yang tersakiti daripada orang lain yang tersakiti. Terus kapan kamu memilih untuk bahagiamu sendiri? Kamu juga berhak untuk bahagia? Berhak untuk tersenyum lagi. Berhak memulai senyum indah lagi seperti dulu.
Aku takut untuk terjebak dalam ruang masa lalu lagi. Sejenak ingin menjauh. Bukan brarti melarikan diri. Sejenak ingin menenangkan diri. Untuk menghadapi badai yang lebih besar lagi. Aku perlu menguatkan diri lagi. Mengertilah.. aku sejenak ingin menjauh.
Rabu, 10 Desember 2014
Kecewa
Aku ingin marah melampiaskan
tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada
bahwa hatiku "kecewa"
Bunga Citra Lestari, Kecewa
tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada
bahwa hatiku "kecewa"
Bunga Citra Lestari, Kecewa
Untuk Hujan
Untuk Hujan
Untuk hujan yang selalu ku rindu
Untuk hujan yang selalu menenangkan
Untuk hujan membuatku ingin menumpahkan apa yang ada di hati
Aku ingin berteriak di hadapan hujan
Aku ingin hujan tau betapa aku ingin meluruhkanmu
seperti rintikan hujan yang jatuh ke tanah
Jatuh... tak akan pernah bisa kembali
Kenangan..
Akan ku luruhkan engkau bersama derasnya hujan
Kenangan...
Akan ku jatuhkan engkau se dalam-dalamnya bersama hujan
Hingga aku tak sanggup mengingatmu lagi
Hingga senyuman kecil bahagia saat aku melihat hujan datang
Untuk hujan..
Terima kasih telah mengajarkanku
apa arti melupakan,
apa arti mengikhlaskan
dan apa arti melepaskan
bersama hujan..
Ku luruhkan kenangan tentangmu
Ku hempaskan perasaanku bersama derasnya hujan
Untuk hujan, Janjiku padamu
aku akan selalu tersenyum padamu karena mengajarkan aku apa arti melepaskan :)
Untuk hujan yang selalu ku rindu
Untuk hujan yang selalu menenangkan
Untuk hujan membuatku ingin menumpahkan apa yang ada di hati
Aku ingin berteriak di hadapan hujan
Aku ingin hujan tau betapa aku ingin meluruhkanmu
seperti rintikan hujan yang jatuh ke tanah
Jatuh... tak akan pernah bisa kembali
Kenangan..
Akan ku luruhkan engkau bersama derasnya hujan
Kenangan...
Akan ku jatuhkan engkau se dalam-dalamnya bersama hujan
Hingga aku tak sanggup mengingatmu lagi
Hingga senyuman kecil bahagia saat aku melihat hujan datang
Untuk hujan..
Terima kasih telah mengajarkanku
apa arti melupakan,
apa arti mengikhlaskan
dan apa arti melepaskan
bersama hujan..
Ku luruhkan kenangan tentangmu
Ku hempaskan perasaanku bersama derasnya hujan
Untuk hujan, Janjiku padamu
aku akan selalu tersenyum padamu karena mengajarkan aku apa arti melepaskan :)
Senin, 01 Desember 2014
Hei, kamu
Hei kamu, yang dulu pernah begitu peduli, yang pernah jadi pendengar yang baik untukku. Sekarang kenapa menghilang seperti buih?
Langganan:
Postingan
(
Atom
)