Kamis, 19 Februari 2015

Edelwiess

Edelwiess
Orang-orang bilang bahwa 'edelwiess' adalah lambang keabadian. Lambang cinta yang abadi. 
Untukmu 'edelwies" ini. 
Seseorang yang pernah dan masih menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupku. 
Seseorang yang aku sayangi dan cintai melebihi diriku sendiri. 
Untukmu.. 
yang memberikan 'edelwiess' yang sama seperti ini kepada orang lain. 
Untukmu
kamu harus cukup baik untuk aku 'tinggalkan', 
kamu harus cukup bahagia untuk aku 'lepaskan'
meski aku menyayangimu sangat menyanyangimu. Dan mungkin benar "aku sangat mecintaimu"
tapi aku tau, cinta memang tak harus memiliki. Aku akan berdoa untuk kebahagianmu. 
Dan jika pada akhirnya kau di takdirkan untukku. 
Aku yakin kau akan kembali kepadaku. 
Aku menunggu waktu itu 'datang'
aku percaya suatu saat nanti waktu itu akan 'datang'
cepat atau lambat. 

Selasa, 17 Februari 2015

Ini pertama kalinya

Pertama kali dalam hidupku aku menangisi seseorang
pertama kali dalam hidupku aku begitu menyayangi seseorang
pertama kali dalam hidupku aku ingin memperjuangkan seseorang
pertama kali dalam hidupku aku merasa seseorang itu sangat penting
sama pentingnya dengan kedua orang tuaku dan mimpi-mimpiku
pertama kalinya aku merasa begitu menyesal karena dulu telah menyerah
pertama kalinya aku merasa begitu menyesal karena pernah berniat melepaskannya
Aku beharap ini yang pertama dan terakhir kalinya
Pertama kali aku merasa begitu "mecintai" seseorang melebihi aku "mecintai" diriku sendiri.
:)
Semoga ini yang pertama dan terakhir kalinya. 


Minggu, 15 Februari 2015

Mungkin Percuma

Mungkin kamu bahkan tidak pernah berfikir untuk membaca ceritaku di sini. Tapi menulis di sini setidaknya dapat sedikit mengobatiku. Setidaknya menjadi sedikit mengobati hatiku, dengan tulisan yang tidak bisa berbicara ini aku mencoba menuliskan beberapa kenangan tentangmu, yang mungkin saja percuma bagimu. Tapi bagiku ini adalah salah satu hal penting yang bisa aku lakukan untuk mengobati rasa sakitku karenamu. Tanpa pernah kamu tahu, aku selalu menjadikanmu sebagai salah satu inspirasi dalam ceritaku. Sebagai salah satu hal yang selalu ingin aku ceritakan. Sebagai bagian dari isi tulisan yang selalu aku rindukan. 

Doaku kepada-Nya

ya Allah, jika dia memang seseorang yang kau takdirkan untukku
dekatkanlah
Jika memang dia yang kau takdirkan untuk menjadi imamku nanti
mudahkanlah
Jika memang dia adalah yang terbaik untukku
tunjukkanlah jalanmu kepadaku untuk kepadanya
Jika memang dia adalah seseorang yang bisa membimbingku
tunjukkanlah
Jadikanlah aku wanita yang pantas untuk mendukungnya
wanita yang bisa menyemangatinya nanti
dalam keadaan susah maupun senang
dalam keadaan baik maupun buruk
Jadikanlah aku wanita yang pantas untuk di bimbingnya
jadikanlah aku makmum yang baik untuknya
Tapi jika dia bukan yang kau takdirkan untukku
jauhkanlah
jauhkanlah sejauh-jauhnya ya Allah
sangat jauh hingga hati kecilku ini tidak dapat berharap lagi untuknya.
Hingga aku tak sanggup lagi memikirkannya
Hingga jantungku tak berdetak lagi ketika menatapnya. 
Hingga aku tak bisa memikirkannya dalam tidurku
Hingga aku tak bisa memimpikannya lagi
Hingga aku tak pernah berharap lagi
Tapi jika memang dia jodohku, persatukanlah kami dengan caramu yang indah
dengan cinta yang sama besarnya di antara kami
atas cinta Kepada_Mu yang lebih besar dari segala-galanya
semoga engkau mengambulkan doaku untuk-Mu
karena aku benar-benar menyayanginya ya Allah
Semoga dia memang seseorang benar-benar kau takdirkan untuk bersamaku ya Allah ya Rahman ya Rokhim :)


Selasa, 03 Februari 2015

Hai, Februari

Hai, februari
maaf sedikit terlambat untuk menyapamu, sebaris doa dan harapan ku gantungkan di bulan ini. Semoga orang tua ku selalu baik-baik saja dan sehat saat aku sedang berada di perantauan untuk menuntut ilmu. 
Hai, kamu semoga selalu dalam lindungannya, sebaris doa aku panjatkan untukmu. Seperti bulan-bulan lainnya, aku berharap bulan ini ada 'kejutan" yang membahagiakan. 
Secarik senyum kecil ku berikan untuk menyambut bulan ini. :)

Seharusnya kamu tahu, saat aku pernah "menunggu"

Kehilangan itu menyakitkan, sama seperti perpisahan. Kehilangan dan perpisahan itu berbeda. Kehilangan itu belum tentu memiliki, tapi perpisahan selalu dia awali dengan kata "memiliki". Kehilangan yang paling menyakitkan adalah kehilangan sesuatu belum kita "miliki". 
Sebelum kehilangan dan perpisahan selalu ada kata "menunggu" di antara mereka. Di antara kehilangan dan perpisahan "menunggu" adalah sesuatu yang paling ingin di akhiri. Saat kita merasa sesuatu itu pernah menjadi yang paling brarti dalam hidup kita saat itulah kita memulai sebuah kata yang namanya "menunggu". Aku pernah "menunggu", aku pernah menganggapmu sebagai salah satu yang akan pantas aku tunggu. Aku pernah menggapmu sebagai hal yang akan selalu aku "tunggu", tapi itu dulu. Itu semua sudah berlalu. 
Saat aku menyadari bahwa tidak seharusnya aku "menunggu", tidak seharusnya aku memberikanmu "kesempatan" untuk menjadi seseorang yang aku "tunggu". Saat itu aku tahu bahwa aku harus berhenti menunggu. 
Seharusnya memang kamu harus tahu, saat aku pernah 'menunggumu" untuk sekian lama, tapi aku takkan membiarkanmu tahu, aku akan membiarkan waktu bercerita kepadamu suatu saat nanti. Saat kamu pernah menjadi seorang yang pernah begitu aku "tunggu". Entah kapan waktu akan ber cerita kepadamu tentang itu. Tapi percaya saat waktunya datang suatu saat nanti. Waktu akan menceritakan semuanya kepadamu.Tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.