Senin, 27 Oktober 2014

Rindu

aku merindukanmu
seperti laut yang selalu merindukan pantai
aku merindukanmu
seperti padi yang merindukan hujan di musim kemarau
aku merindukanmu
seperti langit yang selalu merindukan bintang
aku merindukanmu
hingga terasa begitu menyesakkan

Minggu, 26 Oktober 2014

Pertemuan

Si gadis kecil pelupa ini terkadang masih sering mengingatmu. Entah dulu itu perasaan kagum atau perasaan yang lain terkadang terselip rindu saat mengingat sosokmu, sebut saja namanya Kak Dira. Dia satu tahun lebih tua dari pada aku. Pertemuanku pertama dengan kak dira dulu waktu ketika masa orientasi siswa ( Mos ). Dulu tanpa sengaja saat  salah satu kakak osis yang bertugas salah membaca nama sekolahku karena hal itu aku jadi anak yang belum mendapatkan kelas. Dan akhirnya setelah di konfirmasikan akhirnya aku mendapatkan kelas. Pertemuanku pertama dengan kak dira di mulai hari ini, takdir mempertemukan kita. Dia menjadi kakak osis yang bertanggung jawab untuk kelasku. Saat aku masuk ke kelompok aku jadi anak yang terakhir masuk. Dan saat sudah ke sana ternyata sudah selesai perkenalan dengan kak Dira, karena sudah selesai perkenalannya dan kak dira sudah memberikan beberapa tugas untuk besok. Akhirnya aku segera pergi dari kelompok dan bergegas pulang... tapi, tiba-tiba Kak Dira memanggilku dan memberiku sebuah kartu nama dia menyuruhku membawanya saat hari resmi masa orientasi siswa besok. Aku menjawab iya dengan pelan. Kak dira langsung bergegas pergi dan aku pun juga langsung bergegas pergi. 
Hari pertama masa orientasi siswa kak dira yang bertanggung jawab untuk kelasku memberitahu tugas yang harus di bawa besok. Dan ternyata tugasnya harus membawa sepucuk surat cinta dan sepotong coklat silver queen. Pada surat itu juga harus di cantumkan untuk siapa. Kak dira menjelaskan beberapa materi tentang organisasi salah satunya tentang organasisasi osis yang ada di sekolah. Aku tertarik masuk ke sana. Ini berbeda sekali dengan aku dulu di smp yang cenderung tidak menyukai kegiatan organisasi. Kak dira memang sosok yang cerdas dia begitu pandai menyampaikan materi yang akan di sampaikannnya. 
Hari Kedua masa Orientasi siswa.. dan hari ini juga setiap siswa baru harus memberikan coklat kepada kakak osis yang cowok harus memberikan ke kakak osis cewek dan yang cewek harus memberikan ke kakak osis cowok. Ahh.. aku bingung harus memberikan coklat ini kepada siapa. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan coklat dan suratnya kepada Kak Dira. Dan apa yang terjadi suratku terpilih untuk di bacakan di kelas.
Akhirnya masa orientasi siswa berakhir, aku hampir tidak pernah bertemu kak Dira lagi, hanya kadang berpapasan sementara waktu. Sampai pada saatnya pemilihan anggota Osis baru. Aku mengikutinya dan ternyata aku lolos jadi anggota Osis baru. Terselip rasa senang di dalam hati, apakah karena aku menjadi anggota osis baru ataukah karena aku akan bertemu dengan Kak Dira? aku masih belum menyadari apa yang aku rasakan. Jujur aku mengaggumi sosoknya, sebagai seorang kakak atau entah sebagai sosok lain, aku masih belum menyadarinya saat itu. 
Saat terpilihnya aku menjadi anggota osis saat itu pula kak Dira terpilih menjadi ketua Osis, memang dia pantas mandapatkan jabatan itu. Selamat untuk kak Dira. Aku begitu bahagia dia menjadi Ketua Osis. Aku sering satu acara dengan kak Dira. Aku jadi mc dan kak dira yang mengisi acara. Beberapa kali sering seperti itu. Hari-hari berjalan begitu cepat tepat saatnya kak Dira harus meninggalkan jabatannya sebagai ketua Osis karena kak dira sudah harus menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Aku hampir tidak pernah bertemu kak dira lagi. Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan ke perguruan tinggi Kak Dira di terima di kampus biru. Aku punya nomernya kak dira di hapeku tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk hanya sekedar menanyakan kabarnya kak dira. Sampai pada suatu ketika takdir memberiku jalan, aku tak sengaja salah kirim ke nomernya kak dira. Dan dia membalas kata-kata yang tak kirim. Dan dia bertanya ini siapa? aku menjawabnya ini sofi ah pasti kak dira tidak tau nama itu karena itu nama tengahku, ternyata kak dira justru tau dia justru tau nama lengkapku. Bagaimana mungkin kak dira tau nama lengkapku? kita bahkan tidak pernah berbicara secara pribadi? bagaimana mungkin kak Dira bisa tahu? terselip rasa senang di hati saat kak Dira tahu nama lengkapku. Kami berkirim pesan selama beberapa saat dan kak Dira menanyakan bagaimana kabarku, akupun sebaliknya. Hari-hari tiba menjadi berubah terselip rasa bahagia saat aku bisa bertukar pendapat atau sekedar sharing dengan kak Dira walau hanya melalui sms. Karena kak Dira sedang menempuh kuliah di kampus biru.
Dia banyak memotivasiku, kak Dira memotivasiku untuk menggapai semua mimpi-mimpiku selama ini. :) :) kak Dira selalu jadi inspirasiku dalam menuliskan mimpi-mimpiku.
Akhirnya aku lulus ujian dan aku meneruskan di kampus pendidikan, kami berbeda kampus tapi masih satu kota. Apakah pertemuan selam ini hanyalah ketidaksengajaaan? ataukah takdir? akankah takdir mempertemukan kita kembali? Waktu yang bisa menjawab :)

Yang Mecintaimu pasti akan Memperjuangkanmu

Setiap senja selalu mengingatkanku tentangmu. Kita pernah menghabiskan senja sekali bersama. Kita pernah bercerita tentang luka yang kita rasakan satu sama lain karena orang yang kita sayangi.  Terkadang aku merindukan saat itu. Aku merindukan kepedulianmu yang dulu. Kepedulianmu yang terpancar dari sorot matamu. Kepedulianmu yang hadir dalam setiap hari-hariku. Kehadiranmu secara perlahan-lahan mulai membalut lukaku. Aku tak pernah tau apa yang aku rasakan ini, secara perlahan namun pasti kamu hadir dalam lembaran cerita hidupku. Entah sebagai pemeran utama dalam hidupku ataupun tidak aku masih belum menyadarinya. Yang jelas kamu sudah mengisi bagian dari lembaran cerita hidupku. Aku tau aku masih begitu terluka olehnya, aku tau aku masih begitu kecewa karenanya. Itulah yang membuatku selama ini selalu mengacuhkanmu, aku takut untuk membuka hatiku kembali, aku takut untuk hanya sekedar menyadari perasaanku, dan aku takut untuk hanya sekedar menyadari bahwa kau hadir di sini untukku. Aku takut menyadari semua itu. Aku diam bukan brarati aku tak peduli, aku melihat seberapa jauh kamu memperjuangkanku, seberapa jauh kamu mengembalikan hatiku yang pernah terkoyak olehnya, seberapa banyak kamu ingin mengobati lukaku. Karena yang aku tahu yang mecintai pasti akan memperjuangkan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Kenangan, luruh ya ! bersama derasnya hujan....

Aku selalu menyukai hujan. Bukan karena agar tangisanku tak terlihat. Bukan karena aku ingin menangis di bawah derasnya hujan. Tapi aku ingin hujan jadi saksi saat aku benar-benar melupakanmu. Saat aku membiarkan kenangan tentangmu luruh, jatuh bersama derasnya hujan, jatuh tak berbekas semua tentangmu,  saat itu aku aku tersenyum sambil melihat hujan dan berkata : " terima kasih hujan telah mengajarkan aku apa arti melupakan"dan apa arti melepaskan" mulai saat itu aku akan selalu tersenyum sambil melihat hujan :)



Masih berusaha tetap tetap tersenyum

Masih berusaha untuk tetap tersenyum. :) :)
Ternyata bukan hal yang mudah untuk mengikhlaskan, bukan hal yang mudah untuk melepaskan. Apalagi jika yang harus di lepaskan selalu di depan mataku. Saat yang harus di lepaskan pernah jadi yang paling penting dalam hidupku. Ternyata tidak mudah. Tapi waktu tak pernah memberiku pilihan, meski tak mudah aku arus tetap berusaha tersenyum untuk mengikhlaskan dan melepaskan. 

Saat-saat yang begitu membuatku frustasi ini pasti akan berlalu, berusaha ikhlas untuk tetap tersenyum, saat yang terdekat dalam hidupku tidak bisa jadi tempat bercerita, bukankah ada yang paling dekat di antara yang paling dekat yang selalu setia untuk mendengarkan cerita kita. Allah selalu ada untuk kita kita mendengar semua cerita-cerita kita. :) :)

Masih Berusaha untuk tetap tersenyum :) :)
Saat orang yang begitu di sayangi dengan bersama orang yang paling dekat dengan kita, aku tahu ini memang tak mudah, aku fikir aku bisa melewatinya. Tapi waktu tak berjalan seperti yang ku inginkan,  sudah 10 bulan berlalu dan semuanya masih berbekas di hati. Saat orang yang paling dekat dengan kita justru jadi sumber bagi luka yang ada, saat orang yang terdekat dengan kita justru orang yang membuat kita frustasi. Ikhaskankan !. Satu kata yang selalu aku coba untuk mencapainya dalam setiap hari-hariku. Satu kata yang begitu sulit untuk di lakukan. Apakah harus menyerah? Tidak? Bukankah masih ada yang lebih indah di luar sana? 
Satu jawaban yang pernah hadir di benakku, mungkin aku tak bisa menemukan yang sama indahnya, tapi akan ada yang bisa menggantikan keindahanmu. Akan ada yang menggantikan posisimu dalam hatiku, akan ada yang menggantikan posisi pentingmu dalam hatiku :) 
aku yakin saat itu akan datang :)
masih berusaha untuk tetap tersenyum :)

 

Yang pernah menggoyahkan

Aku masih mengingat semuanya bahkan hal terkecil yang pernah kamu ceritakan tentang apa yang kamu suka, apa yang kamu benci dan apa yang kamu inginkan. Aku masih mengingatnya saat kau bercerita tentang ibumu atau tentang adikmu. Aku masih mengingat semua itu dalam diamku selama ini aku selalu mendengarkan dan mengingat ceritamu. Aku bahkan tidak bisa mendefinisikan apa yang aku rasa, aku masih begitu menginginkanya yang pernah jadi yang utama dalam hidupku, tapi kehadiranmu beberapa saat pernah menggoyahkanku, terkadang sedikit merindukanmu. Aku tak pernah bisa mendefinisikan perasaan apakah itu?

aku masih terus menerus dalam diamku, hanya satu yang selalu jadi prinsipku jika kita di takdirkan bersama akan ada jalan yang membuat kita bersatu, mungkin sekarang saatnya untuk kita berdiri sendiri-sendiri mencari tahu seberapa penting keberadaan masing-masing diri kita untuk bersama.Suatu saat nanti kita akan bertemu kembali saat kita sudah menemukan alasan betapa pentingnya kehadiran kita masing-masing dalam hidup kita satu sama lain. Pada saat itu terjadi kita akan tersenyum bersama dan memulai sebuah hal yang indah dalam hidup kita. Aku percaya saat itu akan datang :) :)