Aku di besarkan dalam keluarga kecil yang sederhana dan bahagia. Seorang ibu yang hebat yang senantiasa memotivasi untuk punya mimpi-mimpi. Seorang ayah yang begitu penyabar, tegas dan selalu memberikan contoh yang baik untukku. Di dalam dekapan mereka aku bahagia menjadi bagian dari mereka. Aku bangga karena telah terlahir dari seorang ibu yang hebat seperti ibuku. :) Aku masih selalu mengingat hal-hal yang membahagiakan ini. Kelak suatu saat nanti aku juga ingin memilki keluarga yang seperti itu keluarga bahagia, berkecukupan, harmonis. Memiliki anak-anak yang baik dan cerdas, anak-anak yang sholeh dan sholehah. Mendidik mereka dari kecil untuk punya mimpi yang besar. Mempunyai seorang imam yang bisa membimbingku menjadi istri yang baik. Membahagiakanku di dunia dan di akhirat. Seorang imam yang tidak hanya mecintaiku tetapi juga menghormatiku. Anak-anak yang patuh terhadapku dan pada imamku. Keluarga seperti itu yang selalu di harapkan oleh semua orang. Keluarga bahagia :)
Langit yang mendung sedikit demi sedikit berganti cerah, pelangi akan datang. Kesedihan sedikit demi sedikit berganti kebahagian.
Senin, 29 Desember 2014
Kehilangan
Pagi itu datang lagi, meghapus semua mimpi-mimpi malam
Pagi itu datang lagi, membuat aku harus menatap realita kehidupan
Menata hati yang tak mau mengerti
Mentari pagi mengajak tersenyum hati yang terluka
Memberikan senyum dan secercah harapan untuk esok hari
Secercah harapan untuk hati yang kehilangan
Kehilangan senyuman
Kehilangan bait-bait harapan
Mentari pagi kembali menyinari
mengajarkan untuk beranjak dari keputusasaan
memulai harapan baru
memulai hidup baru
dan memulai senyuman baru
Sabtu, 27 Desember 2014
Temanya, masih hari ibu :)
Apa kabar ibu mu? Apakah dia baik-baik saja?
Apa kabar adikmu? apakah dia baik-baik saja juga?
Ku kirimkan doaku di sini untuk ibumu dan adikmu. Semoga Allah selalu melindunginya. Selalu melapangkan hatinya. :)
Dan untuk adikmu semoga dia menjadi penyemangat untukmu, yang akan memotivasimu menjadi kakak yang baik.
Semoga kamu bisa menjadi anak yang baik untuk ibu mu. Yang akan menjaga ibumu dan adikmu. :)
Selamat hari ibu, meskipun sedikit terlambat ku ucapkan selamat hari ibu untuk ibu mu dan adikmu melalui tulisan ini. :)
Dari seseorang yang pernah kau ceritakan tentang ibumu dan adikmu :)
Apa kabar adikmu? apakah dia baik-baik saja juga?
Ku kirimkan doaku di sini untuk ibumu dan adikmu. Semoga Allah selalu melindunginya. Selalu melapangkan hatinya. :)
Dan untuk adikmu semoga dia menjadi penyemangat untukmu, yang akan memotivasimu menjadi kakak yang baik.
Semoga kamu bisa menjadi anak yang baik untuk ibu mu. Yang akan menjaga ibumu dan adikmu. :)
Selamat hari ibu, meskipun sedikit terlambat ku ucapkan selamat hari ibu untuk ibu mu dan adikmu melalui tulisan ini. :)
Dari seseorang yang pernah kau ceritakan tentang ibumu dan adikmu :)
Menjadi Dewasa dan Bijak
Menjadi dewasa dan bijak ternyata tidak mudah, sering kali kita begitu dewasa menyikapi masalah orang lain. Tapi saat masalah itu menjadi masalah kita. Kita juga membutuhkan orang lain untuk menjadi tempat untuk kita bertukar fikiran. Seseorang pernah bilang bahkan seorang dokter yang profesional pun ketika sakit dia juga membutuhkan dokter lain untuk mengobati sakitnya.
Intinya kita tidak bisa menghadapi masalah itu sendiri, kita membutuhkan orang lain untuk membantu menyembuhkan luka kita. Kita membutuhkan orang lain untuk membantu menyelesaikan masalah kita.
Jumat, 26 Desember 2014
Dear para calon ibu
Dear para calon ibu, dimanapun kalian berada. Ingatlah bahwa kita adalah para calon ibu. Apapun yang akan kita lakukan selalu ingat bahwa kita adalah para calon ibu yang akan mendidik anak-anak kita nantinya. Kita yang akan menentukan bagaimana ke depannya generasi penerus kita nantinya. Semoga kita nantinya para calon ibu bisa menjadi ibu yang baik dan ibu terbaik untuk generasi penerus kita nantinya. Menjadi Ibu yang berkualitas agar menghasilkan generasi penerus yang berkualitas.
Minggu, 21 Desember 2014
Sepucuk Surat Untuk Ibu
Dear ibu...
terima kasih telah membawa aku menatap indahnya dunia ini.
terimakasih telah membesarkan aku selama in hingga aku seperti sekarang.
Ibu.. terima kasih telah mendidikku selama ini. Engkau mengajarkan aku bagaimana aku harus bersikap sebagai seorang wanita.
Engkau mengajarkan aku apa yang boleh dan apa yang tidak boleh di lakukan sebagai seorang wanita.
Engkau yang selalu mengajarkan aku bagaimana seharusnya seorang hamba yang harus patuh pada Tuhan-Nya.
Ibu.. engkau adalah orang yang selalu menginspirasiku.
Di dedikasikan untuk ibuku tersayang, terima kasih sudah jadi ibu yang baik dan ibu terbaik selama ini.
Kamis, 11 Desember 2014
Sejenak ingin Menjauh
Aku ingin pergi, sejenak ingin menjauh, melupakan hal-hal kecil yang begitu melukai, melupakan tentang semuanya, melupakan tentang luka yang hadir dalam setiap senyum yang ada.
Aku begitu takut untuk melukai seseorang hingga aku mendorong diriku sendiri menjauh dari orang tersebut.
Aku lebih memilih aku yang tersakiti daripada orang lain yang tersakiti. Terus kapan kamu memilih untuk bahagiamu sendiri? Kamu juga berhak untuk bahagia? Berhak untuk tersenyum lagi. Berhak memulai senyum indah lagi seperti dulu.
Aku takut untuk terjebak dalam ruang masa lalu lagi. Sejenak ingin menjauh. Bukan brarti melarikan diri. Sejenak ingin menenangkan diri. Untuk menghadapi badai yang lebih besar lagi. Aku perlu menguatkan diri lagi. Mengertilah.. aku sejenak ingin menjauh.
Rabu, 10 Desember 2014
Kecewa
Aku ingin marah melampiaskan
tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada
bahwa hatiku "kecewa"
Bunga Citra Lestari, Kecewa
tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada
bahwa hatiku "kecewa"
Bunga Citra Lestari, Kecewa
Untuk Hujan
Untuk Hujan
Untuk hujan yang selalu ku rindu
Untuk hujan yang selalu menenangkan
Untuk hujan membuatku ingin menumpahkan apa yang ada di hati
Aku ingin berteriak di hadapan hujan
Aku ingin hujan tau betapa aku ingin meluruhkanmu
seperti rintikan hujan yang jatuh ke tanah
Jatuh... tak akan pernah bisa kembali
Kenangan..
Akan ku luruhkan engkau bersama derasnya hujan
Kenangan...
Akan ku jatuhkan engkau se dalam-dalamnya bersama hujan
Hingga aku tak sanggup mengingatmu lagi
Hingga senyuman kecil bahagia saat aku melihat hujan datang
Untuk hujan..
Terima kasih telah mengajarkanku
apa arti melupakan,
apa arti mengikhlaskan
dan apa arti melepaskan
bersama hujan..
Ku luruhkan kenangan tentangmu
Ku hempaskan perasaanku bersama derasnya hujan
Untuk hujan, Janjiku padamu
aku akan selalu tersenyum padamu karena mengajarkan aku apa arti melepaskan :)
Untuk hujan yang selalu ku rindu
Untuk hujan yang selalu menenangkan
Untuk hujan membuatku ingin menumpahkan apa yang ada di hati
Aku ingin berteriak di hadapan hujan
Aku ingin hujan tau betapa aku ingin meluruhkanmu
seperti rintikan hujan yang jatuh ke tanah
Jatuh... tak akan pernah bisa kembali
Kenangan..
Akan ku luruhkan engkau bersama derasnya hujan
Kenangan...
Akan ku jatuhkan engkau se dalam-dalamnya bersama hujan
Hingga aku tak sanggup mengingatmu lagi
Hingga senyuman kecil bahagia saat aku melihat hujan datang
Untuk hujan..
Terima kasih telah mengajarkanku
apa arti melupakan,
apa arti mengikhlaskan
dan apa arti melepaskan
bersama hujan..
Ku luruhkan kenangan tentangmu
Ku hempaskan perasaanku bersama derasnya hujan
Untuk hujan, Janjiku padamu
aku akan selalu tersenyum padamu karena mengajarkan aku apa arti melepaskan :)
Senin, 01 Desember 2014
Hei, kamu
Hei kamu, yang dulu pernah begitu peduli, yang pernah jadi pendengar yang baik untukku. Sekarang kenapa menghilang seperti buih?
Sabtu, 29 November 2014
KEMBALI MENATA HATI
Dua hari ini mengajari aku banyak hal. Banyak yang harus kembali aku tata di dalam hatiku. Ikhlas memang bukan perkara yang mudah. Tapi ikhlas adalah satu-satunya pilihan yang harus di jalani sekarang.
Aku belajar untuk lebih ikhlas, aku belajar untuk lebih sabar, aku belajar untuk lebih kuat. Semoga engkau yang Maha membolak-balikkan hati selalu menuntun hambamu ini agar tidak kehilangan arah. Semoga Allah selalu menuntunku ketika aku mulai lelah bertahan. Lelah untuk berusaha tetap tersenyum.
Aku berada pada tahap dimana aku ingin benar-benar pergi menjauh. Pada hal-hal yang pernah menimbulkan luka. Pada hal-hal yang membuatku mengingat hal-hal yang begitu melukaiku. Bukankah itu sama saja dengan melarikan diri?.
Hadapi apa yang ada di depanmu, tata hatimu untuk kuat lagi. Tata hatimu untuk lebih sabar. Tata hatimu untuk lebih ikhlas. Hati kecilku berkata seperti itu. Setiap orang akan benar-benar di uji Oleh-Nya. Bukankah Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya? Jika Allah memberikan ujian ini, brarti aku kuat menghadapinya. Aku akan lebih sabar dan kuat lagi setelah ujian ini berlalu. Semua akan indah pada waktunya. Jangan menyerah terhadap keadaan yang membuat begitu frustasi. Hati kecilku mengajari aku untuk itu. Jangan menyerah dengan keadaanmu sekarang. Semuanya akan mungkin tidak berjalan sesuai yang kita mau. Tapi yakinlah semuanya akan berjalan baik-baik saja. :)
Hidup ini terlalu indah jika harus menyerah pada keadaan begitu saja, hidup ini terlalu indah jika harus aku habiskan untuk memikirkanmu, seseorang yang bahkan mungkin tak pernah terbesit namaku dalam fikirannya.Seseorang yang mungkin tak pernah mengingat aku sebanyak aku mengingatnya. Hidup ini terlalu indah jangan di sia-siakan untuk 'dia' yang bahkan sudah tidak memberiku 'ruang' lagi dalam hatinya.
Hadapi apa yang ada di depan kita, apapun yang terjadi Allah tau mana yang terbaik untuk kita. Saat kita terlalu mecintai seseorang, mungkin Allah menegur kita. Agar cinta kita pada manusia tidak melebihi cinta kita Pada-Nya. Kalo kita mecintai manusia kecewa mungkin akan selalu ada. Tapi cinta padanya tidak akan pernah membuat kita kecewa.
Kembali harus menata hati, mengikhlaskan yang tak seharusnya kita miliki. Mengikhlaskan apa yang pernah begitu dekat untuk tidak di sisi lagi. Menyiram luka yang ada dengan senyuman keikhlasan. Semua akan indah pada waktunya.
Kembali harus menata hati :)
Kamis, 27 November 2014
TIPE-TIPE SUSAH MOVE ON
Beberapa orang mungkin sering terjebak pada hal yang sama dalam waktu yang terus menerus berjalan. Beberapa orang mungkin tetap tinggal dalam situasi yang sama.. atau sering kita sebut dengan tipe-tipe orang yang susah move on.. Memang susah untuk beranjak menyukai sesuatu yang lain, jika kita sudah membiasakan diri untuk menyukai hal tersebut.. Mulai dari masalah cinta, kebiasaan, kesukaan, dan hal terkecil lainnya.
Beberapa hal dari yang terkecil mulai pertama makanan kesukaan. Aku sering kali ketika weekend atau sedang sendirian di kos atau sedang benar-benar tidak sempat memasak bersama, membeli makanan di sekitar kos.. Di lis mulai dari penyetan ibu baik, penyetan ibu urap-urap, penyetan mas ganteng, penyetan mas st 12 de el el.. ya hanya itu-itu saja yang warung tempat yang aku suka untuk membeli makanan.
Hal-hal kecil lainnya mulai dari jus kesukaan ya hanya suka jus stroberi dan jus nangka.. Tiap membeli jus ya itu-itu saja yang di beli.
Ada cerita lucu. Pernah suatu ketika bersama ibu saat membeli sesuatu di pasar. Dan saat aku menyukai barang tersebut ternyata ibu tidak suka.. akhirnya aku harus memilih yang lain.. sampai pada akhirnya aku keliling dan nggak bisa menemukan yang serk sama yang aku suka tadi.. Akhirnya ibu yang ngalah dan aku kembali ke tempat yang pertama tadi. Dan apa yang di bilang pedangangnya.. simak ini
Pedagang : "mba, tipe-tipe yang kalo uda suka sama sesuatu susah buat ganti dengan yang lain ya?"
Aku : diam.. ( senyum )
Pedagang : waah.. susah mba ini kalo sudah suka sama orang, susah pindah juga ya?
Ibu :iya seperti itu ka?
Aku : Haha mboten lah buk ( bahasa indo : enggak lah buk ) dalam hati ( memang tipe-tipe seperti itu )
Haha let's move dari cerita di atas..
mulai dari hal terkecil, sampai hal terbesar semuanya berawal dari kebiasaan. Jangan membiasakan diri untuk terjebak dalam ruang sama. Mulai menyukai hal-hal baru. Kesukaan yang baru.
Intinya jangan suka terjebak dalam ruang sama apalagi yang bahkan pernah membuat terluka? Let's move. Hidup ini indah :)
Biarkan yang tidak seharusnya bersama kita pergi, biarkan yang tidak di takdirkan bersama kita terlepaskan.
"Buat dia menyesal karena telah melepaskan kita"
ADA APA DENGAN DUA HARI INI?
Mata ini sembab lagi.. entah karena apa? Yang jelas hatiku tau aku tidak sedang baik-baik saja. Entah karena apa? Pertanyaan itu lagi muncul..
Entah kenapa, hatiku tiba-tiba terasa remuk lagi. Entah karena apa? seperti sebuah luka yang terbuka lagi. Bukankah aku sudah membiarkannya pergi. Mengikhlaskannya bersama dengan yang dia pilih.
Perasaan terluka karenanya lagi. Aku tau harusnya aku tak boleh seperti ini lagi. Tiba-tiba luka-luka yang sudah tertutup terbuka perlahan demi perlahan lagi. Aku benci harus seperti ini lagi. Aku benci harus terluka karenanya lagi. Aku benci harus harus tetap berada dalam ruang yang sama. Terluka karena hal yang sama. Aku benci harus seperti ini lagi.
Senin, 24 November 2014
Rasa Rindu itu Menyakitkan
Jarak terkadang menciptakan rindu, waktu pun terkadang bisa menciptakan rindu. Rasa rindu yang begitu dalam terkadang terasa begitu menyakitkan. Rasa rindu.. dan rindu..
Langitpun sepertinya tau, hati ini merindu
Minggu, 23 November 2014
Best Sunrise Penanggungan
Aku suka laut, gunung, pantai, air terjun.. pada postingan kali ini aku akan bercerita pengalamanku mendaki gunung penanggungan yang ada di mojokerto. Tepatnya pendakian ini aku lakukan beberapa bulan yang lalu. Di sela-sela kesibukan dan tugas kuliah , aku dan teman-teman pergi mendaki gunung Penanggungan. Kebetulan dalam pendakian ini ada teman yang rumahnya berada dekat dengan gunung Penanggungan. Keberangkatan kami dari Surabaya sekitar Pukul 15.00 WIB, kemudian aku sampai di Mojokerto sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian aku dan teman-teman mencari mushola terdekat yang dapat kami gunakan untuk sholat ashar di sana. Setelah sholat ashar kami beristirahat sebentar kemudian melanjutkan perjalanan ke pacet. Kami menuju ke rumah salah satu teman kami yang ada di pacet. Untuk melakukan persiapan sebelum berangkat ke Penanggungan dan sekaligus untuk melakukan sholat magrib dan sholat isya yang kami jamak karena takutnya nanti di sana kami kesulitan untuk melaksanakan sholat isya. Setelah beristirahat dan melakukan beberapa persiapan kami berangkat ke sana. Kami sampai di pos pendakian awal sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pundak penanggungan atau daerah yang akan kami tempati tenda kami sebelum besok paginya kami pergi ke puncak. Awal pendakian dengan semangat yang membara aku dan teman-teman mulai mendaki satu persatu jalan-jalan terjal. Walaupun malam hari kami sangat bersemangat sekali. Ada beberapa teman kami yang sudah pernah ke sana sehingga dapat menunjukkan jalan bagi kami. Pada pendakian kali ini lebih banyak anggota cewek daripada laki-laki.
1 jam setelah memulai mendaki kami masih semangat, setelah dua jam pendakian kami baru merasakan betapa terjalnya medan Gunung Penanggungan. Dengan semangat yang membara kami melanjutkan perjalanan kami ke pundak. Tempat yang akan kami singgahi sebentar sebelum kami melanjutkan pendakian ke puncak. Setelah berhenti beberapa kali karena banyak teman kami merasa kelelahan kami akhirnya sampai ke pundak tepat perkemahan kami sementara. Alhamdhulilah akhirnya kami semua sampai dengan selamat di pundak dan tidak ada teman kami yang cidera. Setelah sampai di sana kami mulai mendirikan tenda dan memasak makanan. Yang mendirikan tenda dan memasak makanan. Dan setelah itu pukul 00.30 kami menyantap makanan pertama kami di pundak penanggungan. Dengan kondisi yang sangat dingin kami menyantap makanan kami. Setelah itu kami tidur agar paginya pukul 02.00 WIB kami dapat terbangun dan melanjutkan perjalanan ke puncak penanggungan untuk melihat sunrise di pagi hari.
Tepat pukul 02. 00 WIB kami bangun dan melanjutkan perjalanan ke puncak. Kami meninggalkan barang-barang kami di tenda kami dan melanjutkan perjalanan ke puncak. perjalanan ke puncak semakin susah dengan medan yang sangat terjal kami harus merangkak untuk sampai ke puncak. Dengan semangat untuk melihat sunrise di pagi hari kami terus mendaki hingga ke puncak. Akhirnya dengan selamat pukul 05.00 WIB kami sampai di puncak gunung penanggungan dengan perjuangan yang tidak mudah kami sampai di sana. Akhirnya kami dapat melihat sunrise yang indah dari Puncak Penanggungan.
Beberapa foto yang sempat kami abadikan
sunrise yang begitu indah :)
Pagi yang tak akan terlupakan :)
semoga di berikan kesempatan lagi untuk mendaki gunung-gunung lainnya, semeru, bromo yang dekat masih belum juga. Dan gunung-gunung lainnya. :)
Jumat, 14 November 2014
Maaf untuk Kesekian Kalinya
Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, Seperti biasa aku masih bergelut dengan beberapa kesibukanku, mengerjakan beberapa tugas kuliah yang sudah menjadi makanan sehari-hari. Hari-hari semakin padat dengan beberapa deadline kegiatan yang juga sudah melambai untuk meminta di kerjakan. Suara handphone berdering sekali tanda ada sebuah panggilan, ku lihat nama di layar ternyata 'kamu' iya panggil saja namanya ardian. Untuk kesekian kalinya aku tidak mengangkat panggilan darimu. Hp ku berdering kembali tanda bunyi panggilan darimu lagi. Maaf untuk kesekian kalinya. Itu kata-kata yang sering aku ucapkan. Aku masih berkutat dengan tugas-tugas kuliahku dan beberapa soal yang harus aku persiapkan untuk adik yang aku ajar les. Aku membuka salah satu media sosialku di laptop salah satu media online yang biasa kita gunakan. Beberapa menit aku online. Ada sebuah pesan. Dan aku baca pesan itu darimu. Kamu bertanya 'kenapa tidak mengangkat telvonnya' dengan singkat aku mengetik balasan ; 'sedang malas berbicara di telvon' kemudian kamu membalas lagi. 'sedang mengerjakan tugas apa? aku menjawabnya dengan singkat 'tugas aplikom'. Aku segera mematikan obrolan di facebook.
Maaf untuk kesekian kalinya, aku tidak mengerti apa yang aku rasakan. Aku seperti kehilangan kepercayaan untuk mecintai lagi, kehilangan kepercayaan untuk mempercayai seseorang untuk di cintai. Maaf untuk kesekian kalinya mungkin itu yang bisa aku ucapkan. Aku seperti kehilangan. Entah apa yang telah hilang aku masih mencari. Aku akan menemukan hatiku kembali.
Aku tau bagaimana rasanya mecintai, aku tau bagaimana rasanya patah hati. Aku tidak ingin memberikan harapan yang besar kepada seseorang jika akhirnya aku mematahkannya. Bukankah lebih kejam membunuh harapan itu sebelum tumbuh, daripada memberikan harapan namun pada akhirnya menghempaskannya?
Aku yakin suatu saat nanti aku akan menemukan kembali, seseorang yang dapat menyiram luka dalam hatiku seseorang yang bisa membuatku menemukan kepercayaan lagi untuk mecintai lagi. Aku yakin akan menemukan seseorang seperti itu, tapi aku tak bisa merasakan menemukannya di dirimu.
-Maaf untuk ke sekian kalinya-
Kamis, 13 November 2014
Selamat tinggal kenangan
Selamat tinggal. Sapaan untuk sebuah perpisahan. Selamat tinggal kenangan. Kamu hanya akan jadi bagian dari masa lalu. Yang hanya akan indah di kenang di masa lalu saja dan menyakitkan di rasakan di masa lalu saja. Ku ikhlaskan kau pergi dengan sepenuh hati. "Kenangan" kamu akan kembali pada tempatnnya. Tempat yang seharusnya.
Saat kita menggenggam terlalu erat namun apa yang kita genggam tidak di takdirkan bersama kita, bukankah sudah seharusnya untuk melepaskan? Sedikit demi sedikit. Perlahan-lahan sebuah kesakitan akan berubah jadi senyuman. Kuncinya belajar ikhlas, belajar menerima apa yang ada. Mungkin itu tidak akan bisa menghapus lukanya. Menhapus kenangannya dengan begitu mudah. Tapi sekali lagi kuncinya ikhlaskan sedikit demi sedikit. Pelangi akan datang, badai akan berlalu.
"Selamat tinggal kenangan"
"Selamat tinggal kenangan"
Jumat, 07 November 2014
Ku Penuhi Janjiku Padamu, Tak Menangisinya Lagi
Aku masih mengingatnya, saat kau bilang padaku tak boleh menangisinya lagi. Jujur ini pertama kalinya aku menangisi seorang laki-laki hingga begitu menyesakkan, menangisinya berkali-kali. Ya Allah maafkan aku, air mataku seharusnya ku teteskan karena-Mu bukan karena ciptaanmu yang lemah. Aku tau tak seharusnya aku menangisinya. Aku hanya tidak tau bagaimana mengekspresikan rasa marah, rasa sakit hati, rasa kesal, rasa terluka. Menangis adalah salah satu caraku untuk mengekspresikannya. Selain itu menulis adalah salah satu caraku mengekspresikan perasaanku.
Dalam sujud-sujudku terkadang masih terselip namamu, terkadang masih menangisimu dalam baitan doaku. Aku takut perasaanku kepada manusia melebihi perasaanku kepada-Nya.
Waktu berjalan begitu lambat ketika kita sedang terluka, waktu memang memang tak menyembuhkan luka. Waktu hanya mengobati hal-hal yang mengerikan menjadi melegakan. Hanya kita sendiri yang bisa menghapus lukanya. Dengan keikhlasan hati sedikit demi sedikit akan mengobati luka itu. Aku mengingat janjimu, aku tak menagisinya lagi semenjak itu, aku masih selalu mengingat janjimu. Ku penuhi janjiku padamu, aku tak menangisinya lagi.
Rabu, 05 November 2014
CERITA TENTANG SAHABAT
Sahabat adalah orang yang selalu ada. Saat kita sakit, bahagia, sedih ataupun gembira. Sahabat seperti obat yang membantu menyembuhkan luka, meringankan beban yang ada. Sahabat, kita tidak bisa hidup sendiri tanpa sahabat. Sahabat adalah orang yang memberi semangat saat kita terluka saat kita jatuh sejatuh-jatuhnya sahabat akan selalu ada. Sahabat adalah orang yang ikut menangis saat kita begitu terluka. Dan orang yang ikut tersenyum saat kita begitu bahagia. Di umurku sekarang aku berterima kasih kepada Allah yang telah mengkaruniai aku beberapa sahabat yang begitu baik dan selalu ada untukku. Beberapa sahabat yang sudah hadir dalam cerita hidupku hingga sekarang.
Pertama, sahabat yang aku temui saat aku masih smp, dia ini namanya Nindya Indah Kusuma Wardhani, sahabat yang masih begitu dekat hingga sekarang. Sahabatku yang satu ini mengajari aku bagaimana menjadi muslimah yang baik. Seorang yang begitu tulus menyayangiku. Dia selalu menjadi inspirasiku. Sahabat yang sedang belajar di semarang ini selalu ada saat aku bahagia, sedih ataupun gembira. Sahabat ini tanpa lelah selalu mensupportku, aku mungkin akan susah menemukan orang sebaik dia dan setulus dia. Sebelah kanan foto :)
maaf tidak ada fotonya.
Ketiga, sahabat ku ini bernama Sri Wahyuni, dia salah satu sahabat yang begitu lucu, apa adanya, simple dan selalu membuat gembira ketika bertemu dengannya. Dia sahabat yang banyak mengajariku banyak hal. :)
Kerudung biru, di sebelah kanan saya pas. Ditengah-tengah :)
Keempat, sahabat saya ini bernama elisa riani, dia sedang belajar di madura sekarang. Dia begitu baik dan begitu ramah. Sahabat saya ini mengajari saya apa arti ketulusan dalam berbuat.
Kelima, sahabat yang satu ini bernama Nur Hayyu Khosiyati. Kita selalu menggila saat bersama. Hal-hal kecil yang kita lakukan bersama begitu lucu saat di kenang. Hahaha
Dia sahabat yang begitu baik, penyayang, dan begitu tegar. Dia salah satu perempuan tegar yang menyemangati aku :) sebelah kanan foto :)
Keenam, Sahabat ini bernama Leli Nurvita, perempuan bersuara merdu ini selalu mengajari aku untuk bekerja keras, sikapnya yang supel dan ramah membuat banyak orang nyaman dengannya. Dan sepaket dengan Hayyu saat bersama kami selalu menggila. Melakukan hal-hal aneh yang lucu. :) :)
Ketujuh, sahabat yang satu ini yang mempunyai suara merdu.. sahabat yang satu kos ini bernama Nurul Faidah Al Furoidah. Dia begitu penyayang dan sikapnya yang suka membantu orang lain tanpa pamrih menjadi inspirasiku. Selain itu sahabat yang satu ini selalu mengingatkan aku, saat sikap pelupa sudah mulai kambuh :):) dan selalu membuat kos ceria istimewa jadi rame karena kehadirannya. :) :)
Kedelapan, sahabat yang bernama Citta Fajarin Nova ini merupakan teman se sma dulu, tapi kita begitu dekat saat kuliah saat berada dalam satu atap. Alias satu kos, dia sosok yang mandiri, sosok yang begitu konyol dan punya rasa peduli yang besar terhadap orang lain. Namun kadang tidak di tunjukkanya.
Kesembilan, sahabat yang sekaligus teman sekamar ini bernama chafidhotin alfiah. Dia mengajariku banyak hal sosok yang begitu santai, nekat dan membuat hal-hal menjadi simple ini menginspirasiku.
Kesepuluh, sahabatku ini bernama Cholifah Anggraeni. Dia mengajariku banyak hal, caranya yang begitu santai dalam menyelesaikan beberapa tugasnya menginspirasiku. Sosok yang ulet dan mau bekerja keras ini mengajariku banyak hal. Kita menjadi begitu dekat walaupun kita berbeda karakter, saat bersama kita terasa saling melengkapi satu sama lain sebagai sahabat. :) :)
Sebelah kanan :)
Kesebelas, sahabat yang satu ini bernama Zumrotul Farikhah, perempuan yang cerdas ini, terkadang begitu cuek, namun di balik sikap cueknya justru dia begitu peka terhadap perasaan orang lain. Dia salah satu sahabat yang menginspirasiku. :) :)
Kedua belas, namanya Putri Andini. Dia salah satu sahabat yang menginspirasiku. Sosoknya yang rajin dan ulet mengajariku banyak hal. :)
Ketiga belas, sahabatku ini bernama Rosiana Pratiwi, gadis penyuka boneka monyet ini mengajariku banyak hal tentang kemurahan hati, dan kesabaran. Sikapnya yang suka menolong orang lain menginspirasiku :) :)
Sebelah kanan :)
Keempat belas sahabatku ini namanya Dwi Ambar sari.. dia sering aku panggil kakak biasanya. Kak ambar ini orangnya sangat supel. Baik dan dewasa. Hehe tingkahnya terkadang sangat lucu dengan logat trenggaleknya.
Kelima belas sahabatku ini namanya warsipah. Dia sahabatku dari sma. Di sangat lucu sekali. Kalo bersama dengan dia, hayyu dan leli. Kita pasti menggila bersama..
paling tengah sendiri fotonya. :)
Keenam belas, sahabatku ini namanya Desinta Kusuma Wardhani, dia satu kota denganku dari Bojonegoro. Dan kita baru bertemu sekarang di Kampus. Pribadi yang supel ini selalu membuat rame.
sahabat ini namanya Inaz khusnul khotimah, aku sering memanggilnya dengan sabutan "bun" . Terkadang dia bisa begitu dewasa padahal dia yang paling muda di antara kita. Tapi terkadang dia juga bisa seperti anak kecil. hehe
sebelah kiri foto :)
itulah beberapa sahabat yang pernah hadir dan mengisi hidupku, yang pernah menorehkan cerita dalam hidupku. Masih banyak sahabat yang belum terceritakan. Semoga di lain kesempatan bisa menceritakan mereka yang sudah pernah hadir dalam hidupku dan menorehkan cerita indah :) :)
Aku ingin berlari
aku ingin berlari, aku ingin pergi jauh dimana aku bisa memulai sesuatu yang baru, pergi jauh hingga aku tak bisa menmukanmu lagi. Kenapa begitu susah untuk melupakanmu, melupakan tentang hari-hari yang pernah kita lewati bersama. Melupakan tentang kita yang mungkin tak pernah ada untukmu. kenapa begitu sakit membiarkanmu tetap ada di sekitarku, kenapa begitu menyakitkan melihatmu dengan yang lain. Ya Allah, aku menyanyanginya, iya sangat menyayanginya. dulu? sekarang? apakah masih begitu menyayanginya. Perasaan sakit yang tersisa apakah bagian dari perasaaan sayang yang masih ada? ataukah bekas luka dulu yang pernah kau torehkan.Aku terus bertanya itu dalam diriku benarkah aku masih menyayanginya? sebagai apa? apakah perasaan itu sama seperti dulu? ataukah sudah berubah? ataukah yang sekarang hanya luka yang tersisa?
Kita tak akan pernah bisa memulai sesuatu yang baru, saat di dalam hati kita masih ada ruang untuk sesuatu yang lama.-Sofi-
Sekecil apapun ruang itu jika kita masih belum bisa menutupnya. Kita tak akan pernah bisa memulai sesuatu yang baru.- Sofi-
Senin, 27 Oktober 2014
Rindu
aku merindukanmu
seperti laut yang selalu merindukan pantai
aku merindukanmu
seperti padi yang merindukan hujan di musim kemarau
aku merindukanmu
seperti langit yang selalu merindukan bintang
aku merindukanmu
hingga terasa begitu menyesakkan
seperti laut yang selalu merindukan pantai
aku merindukanmu
seperti padi yang merindukan hujan di musim kemarau
aku merindukanmu
seperti langit yang selalu merindukan bintang
aku merindukanmu
hingga terasa begitu menyesakkan
Minggu, 26 Oktober 2014
Pertemuan
Si gadis kecil pelupa ini terkadang masih sering mengingatmu. Entah dulu itu perasaan kagum atau perasaan yang lain terkadang terselip rindu saat mengingat sosokmu, sebut saja namanya Kak Dira. Dia satu tahun lebih tua dari pada aku. Pertemuanku pertama dengan kak dira dulu waktu ketika masa orientasi siswa ( Mos ). Dulu tanpa sengaja saat salah satu kakak osis yang bertugas salah membaca nama sekolahku karena hal itu aku jadi anak yang belum mendapatkan kelas. Dan akhirnya setelah di konfirmasikan akhirnya aku mendapatkan kelas. Pertemuanku pertama dengan kak dira di mulai hari ini, takdir mempertemukan kita. Dia menjadi kakak osis yang bertanggung jawab untuk kelasku. Saat aku masuk ke kelompok aku jadi anak yang terakhir masuk. Dan saat sudah ke sana ternyata sudah selesai perkenalan dengan kak Dira, karena sudah selesai perkenalannya dan kak dira sudah memberikan beberapa tugas untuk besok. Akhirnya aku segera pergi dari kelompok dan bergegas pulang... tapi, tiba-tiba Kak Dira memanggilku dan memberiku sebuah kartu nama dia menyuruhku membawanya saat hari resmi masa orientasi siswa besok. Aku menjawab iya dengan pelan. Kak dira langsung bergegas pergi dan aku pun juga langsung bergegas pergi.
Hari pertama masa orientasi siswa kak dira yang bertanggung jawab untuk kelasku memberitahu tugas yang harus di bawa besok. Dan ternyata tugasnya harus membawa sepucuk surat cinta dan sepotong coklat silver queen. Pada surat itu juga harus di cantumkan untuk siapa. Kak dira menjelaskan beberapa materi tentang organisasi salah satunya tentang organasisasi osis yang ada di sekolah. Aku tertarik masuk ke sana. Ini berbeda sekali dengan aku dulu di smp yang cenderung tidak menyukai kegiatan organisasi. Kak dira memang sosok yang cerdas dia begitu pandai menyampaikan materi yang akan di sampaikannnya.
Hari Kedua masa Orientasi siswa.. dan hari ini juga setiap siswa baru harus memberikan coklat kepada kakak osis yang cowok harus memberikan ke kakak osis cewek dan yang cewek harus memberikan ke kakak osis cowok. Ahh.. aku bingung harus memberikan coklat ini kepada siapa. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan coklat dan suratnya kepada Kak Dira. Dan apa yang terjadi suratku terpilih untuk di bacakan di kelas.
Akhirnya masa orientasi siswa berakhir, aku hampir tidak pernah bertemu kak Dira lagi, hanya kadang berpapasan sementara waktu. Sampai pada saatnya pemilihan anggota Osis baru. Aku mengikutinya dan ternyata aku lolos jadi anggota Osis baru. Terselip rasa senang di dalam hati, apakah karena aku menjadi anggota osis baru ataukah karena aku akan bertemu dengan Kak Dira? aku masih belum menyadari apa yang aku rasakan. Jujur aku mengaggumi sosoknya, sebagai seorang kakak atau entah sebagai sosok lain, aku masih belum menyadarinya saat itu.
Saat terpilihnya aku menjadi anggota osis saat itu pula kak Dira terpilih menjadi ketua Osis, memang dia pantas mandapatkan jabatan itu. Selamat untuk kak Dira. Aku begitu bahagia dia menjadi Ketua Osis. Aku sering satu acara dengan kak Dira. Aku jadi mc dan kak dira yang mengisi acara. Beberapa kali sering seperti itu. Hari-hari berjalan begitu cepat tepat saatnya kak Dira harus meninggalkan jabatannya sebagai ketua Osis karena kak dira sudah harus menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Aku hampir tidak pernah bertemu kak dira lagi. Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan ke perguruan tinggi Kak Dira di terima di kampus biru. Aku punya nomernya kak dira di hapeku tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk hanya sekedar menanyakan kabarnya kak dira. Sampai pada suatu ketika takdir memberiku jalan, aku tak sengaja salah kirim ke nomernya kak dira. Dan dia membalas kata-kata yang tak kirim. Dan dia bertanya ini siapa? aku menjawabnya ini sofi ah pasti kak dira tidak tau nama itu karena itu nama tengahku, ternyata kak dira justru tau dia justru tau nama lengkapku. Bagaimana mungkin kak dira tau nama lengkapku? kita bahkan tidak pernah berbicara secara pribadi? bagaimana mungkin kak Dira bisa tahu? terselip rasa senang di hati saat kak Dira tahu nama lengkapku. Kami berkirim pesan selama beberapa saat dan kak Dira menanyakan bagaimana kabarku, akupun sebaliknya. Hari-hari tiba menjadi berubah terselip rasa bahagia saat aku bisa bertukar pendapat atau sekedar sharing dengan kak Dira walau hanya melalui sms. Karena kak Dira sedang menempuh kuliah di kampus biru.
Dia banyak memotivasiku, kak Dira memotivasiku untuk menggapai semua mimpi-mimpiku selama ini. :) :) kak Dira selalu jadi inspirasiku dalam menuliskan mimpi-mimpiku.
Akhirnya aku lulus ujian dan aku meneruskan di kampus pendidikan, kami berbeda kampus tapi masih satu kota. Apakah pertemuan selam ini hanyalah ketidaksengajaaan? ataukah takdir? akankah takdir mempertemukan kita kembali? Waktu yang bisa menjawab :)
Hari pertama masa orientasi siswa kak dira yang bertanggung jawab untuk kelasku memberitahu tugas yang harus di bawa besok. Dan ternyata tugasnya harus membawa sepucuk surat cinta dan sepotong coklat silver queen. Pada surat itu juga harus di cantumkan untuk siapa. Kak dira menjelaskan beberapa materi tentang organisasi salah satunya tentang organasisasi osis yang ada di sekolah. Aku tertarik masuk ke sana. Ini berbeda sekali dengan aku dulu di smp yang cenderung tidak menyukai kegiatan organisasi. Kak dira memang sosok yang cerdas dia begitu pandai menyampaikan materi yang akan di sampaikannnya.
Hari Kedua masa Orientasi siswa.. dan hari ini juga setiap siswa baru harus memberikan coklat kepada kakak osis yang cowok harus memberikan ke kakak osis cewek dan yang cewek harus memberikan ke kakak osis cowok. Ahh.. aku bingung harus memberikan coklat ini kepada siapa. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan coklat dan suratnya kepada Kak Dira. Dan apa yang terjadi suratku terpilih untuk di bacakan di kelas.
Akhirnya masa orientasi siswa berakhir, aku hampir tidak pernah bertemu kak Dira lagi, hanya kadang berpapasan sementara waktu. Sampai pada saatnya pemilihan anggota Osis baru. Aku mengikutinya dan ternyata aku lolos jadi anggota Osis baru. Terselip rasa senang di dalam hati, apakah karena aku menjadi anggota osis baru ataukah karena aku akan bertemu dengan Kak Dira? aku masih belum menyadari apa yang aku rasakan. Jujur aku mengaggumi sosoknya, sebagai seorang kakak atau entah sebagai sosok lain, aku masih belum menyadarinya saat itu.
Saat terpilihnya aku menjadi anggota osis saat itu pula kak Dira terpilih menjadi ketua Osis, memang dia pantas mandapatkan jabatan itu. Selamat untuk kak Dira. Aku begitu bahagia dia menjadi Ketua Osis. Aku sering satu acara dengan kak Dira. Aku jadi mc dan kak dira yang mengisi acara. Beberapa kali sering seperti itu. Hari-hari berjalan begitu cepat tepat saatnya kak Dira harus meninggalkan jabatannya sebagai ketua Osis karena kak dira sudah harus menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Aku hampir tidak pernah bertemu kak dira lagi. Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan ke perguruan tinggi Kak Dira di terima di kampus biru. Aku punya nomernya kak dira di hapeku tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk hanya sekedar menanyakan kabarnya kak dira. Sampai pada suatu ketika takdir memberiku jalan, aku tak sengaja salah kirim ke nomernya kak dira. Dan dia membalas kata-kata yang tak kirim. Dan dia bertanya ini siapa? aku menjawabnya ini sofi ah pasti kak dira tidak tau nama itu karena itu nama tengahku, ternyata kak dira justru tau dia justru tau nama lengkapku. Bagaimana mungkin kak dira tau nama lengkapku? kita bahkan tidak pernah berbicara secara pribadi? bagaimana mungkin kak Dira bisa tahu? terselip rasa senang di hati saat kak Dira tahu nama lengkapku. Kami berkirim pesan selama beberapa saat dan kak Dira menanyakan bagaimana kabarku, akupun sebaliknya. Hari-hari tiba menjadi berubah terselip rasa bahagia saat aku bisa bertukar pendapat atau sekedar sharing dengan kak Dira walau hanya melalui sms. Karena kak Dira sedang menempuh kuliah di kampus biru.
Dia banyak memotivasiku, kak Dira memotivasiku untuk menggapai semua mimpi-mimpiku selama ini. :) :) kak Dira selalu jadi inspirasiku dalam menuliskan mimpi-mimpiku.
Akhirnya aku lulus ujian dan aku meneruskan di kampus pendidikan, kami berbeda kampus tapi masih satu kota. Apakah pertemuan selam ini hanyalah ketidaksengajaaan? ataukah takdir? akankah takdir mempertemukan kita kembali? Waktu yang bisa menjawab :)
Yang Mecintaimu pasti akan Memperjuangkanmu
Setiap senja selalu mengingatkanku tentangmu. Kita pernah menghabiskan senja sekali bersama. Kita pernah bercerita tentang luka yang kita rasakan satu sama lain karena orang yang kita sayangi. Terkadang aku merindukan saat itu. Aku merindukan kepedulianmu yang dulu. Kepedulianmu yang terpancar dari sorot matamu. Kepedulianmu yang hadir dalam setiap hari-hariku. Kehadiranmu secara perlahan-lahan mulai membalut lukaku. Aku tak pernah tau apa yang aku rasakan ini, secara perlahan namun pasti kamu hadir dalam lembaran cerita hidupku. Entah sebagai pemeran utama dalam hidupku ataupun tidak aku masih belum menyadarinya. Yang jelas kamu sudah mengisi bagian dari lembaran cerita hidupku. Aku tau aku masih begitu terluka olehnya, aku tau aku masih begitu kecewa karenanya. Itulah yang membuatku selama ini selalu mengacuhkanmu, aku takut untuk membuka hatiku kembali, aku takut untuk hanya sekedar menyadari perasaanku, dan aku takut untuk hanya sekedar menyadari bahwa kau hadir di sini untukku. Aku takut menyadari semua itu. Aku diam bukan brarati aku tak peduli, aku melihat seberapa jauh kamu memperjuangkanku, seberapa jauh kamu mengembalikan hatiku yang pernah terkoyak olehnya, seberapa banyak kamu ingin mengobati lukaku. Karena yang aku tahu yang mecintai pasti akan memperjuangkan.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Kenangan, luruh ya ! bersama derasnya hujan....
Aku selalu menyukai hujan. Bukan karena agar tangisanku tak terlihat. Bukan karena aku ingin menangis di bawah derasnya hujan. Tapi aku ingin hujan jadi saksi saat aku benar-benar melupakanmu. Saat aku membiarkan kenangan tentangmu luruh, jatuh bersama derasnya hujan, jatuh tak berbekas semua tentangmu, saat itu aku aku tersenyum sambil melihat hujan dan berkata : " terima kasih hujan telah mengajarkan aku apa arti melupakan"dan apa arti melepaskan" mulai saat itu aku akan selalu tersenyum sambil melihat hujan :)
Masih berusaha tetap tetap tersenyum
Masih berusaha untuk tetap tersenyum. :) :)
Ternyata bukan hal yang mudah untuk mengikhlaskan, bukan hal yang mudah untuk melepaskan. Apalagi jika yang harus di lepaskan selalu di depan mataku. Saat yang harus di lepaskan pernah jadi yang paling penting dalam hidupku. Ternyata tidak mudah. Tapi waktu tak pernah memberiku pilihan, meski tak mudah aku arus tetap berusaha tersenyum untuk mengikhlaskan dan melepaskan.
Saat-saat yang begitu membuatku frustasi ini pasti akan berlalu, berusaha ikhlas untuk tetap tersenyum, saat yang terdekat dalam hidupku tidak bisa jadi tempat bercerita, bukankah ada yang paling dekat di antara yang paling dekat yang selalu setia untuk mendengarkan cerita kita. Allah selalu ada untuk kita kita mendengar semua cerita-cerita kita. :) :)
Masih Berusaha untuk tetap tersenyum :) :)
Saat orang yang begitu di sayangi dengan
bersama orang yang paling dekat dengan kita, aku tahu ini memang tak
mudah, aku fikir aku bisa melewatinya. Tapi waktu tak berjalan seperti yang ku inginkan, sudah 10 bulan berlalu dan semuanya masih berbekas di
hati. Saat orang yang paling dekat dengan kita justru jadi sumber bagi luka yang ada, saat orang yang terdekat dengan kita justru orang yang membuat kita frustasi. Ikhaskankan !. Satu kata yang selalu aku coba untuk mencapainya dalam setiap hari-hariku. Satu kata yang begitu sulit untuk di lakukan. Apakah harus menyerah? Tidak? Bukankah masih ada yang lebih indah di luar sana?
Satu jawaban yang pernah hadir di benakku, mungkin aku tak bisa menemukan yang sama indahnya, tapi akan ada yang bisa menggantikan keindahanmu. Akan ada yang menggantikan posisimu dalam hatiku, akan ada yang menggantikan posisi pentingmu dalam hatiku :)
aku yakin saat itu akan datang :)
masih berusaha untuk tetap tersenyum :)
Yang pernah menggoyahkan
Aku masih mengingat semuanya bahkan hal terkecil yang pernah kamu ceritakan tentang apa yang kamu suka, apa yang kamu benci dan apa yang kamu inginkan. Aku masih mengingatnya saat kau bercerita tentang ibumu atau tentang adikmu. Aku masih mengingat semua itu dalam diamku selama ini aku selalu mendengarkan dan mengingat ceritamu. Aku bahkan tidak bisa mendefinisikan apa yang aku rasa, aku masih begitu menginginkanya yang pernah jadi yang utama dalam hidupku, tapi kehadiranmu beberapa saat pernah menggoyahkanku, terkadang sedikit merindukanmu. Aku tak pernah bisa mendefinisikan perasaan apakah itu?
aku masih terus menerus dalam diamku, hanya satu yang selalu jadi prinsipku jika kita di takdirkan bersama akan ada jalan yang membuat kita bersatu, mungkin sekarang saatnya untuk kita berdiri sendiri-sendiri mencari tahu seberapa penting keberadaan masing-masing diri kita untuk bersama.Suatu saat nanti kita akan bertemu kembali saat kita sudah menemukan alasan betapa pentingnya kehadiran kita masing-masing dalam hidup kita satu sama lain. Pada saat itu terjadi kita akan tersenyum bersama dan memulai sebuah hal yang indah dalam hidup kita. Aku percaya saat itu akan datang :) :)
aku masih terus menerus dalam diamku, hanya satu yang selalu jadi prinsipku jika kita di takdirkan bersama akan ada jalan yang membuat kita bersatu, mungkin sekarang saatnya untuk kita berdiri sendiri-sendiri mencari tahu seberapa penting keberadaan masing-masing diri kita untuk bersama.Suatu saat nanti kita akan bertemu kembali saat kita sudah menemukan alasan betapa pentingnya kehadiran kita masing-masing dalam hidup kita satu sama lain. Pada saat itu terjadi kita akan tersenyum bersama dan memulai sebuah hal yang indah dalam hidup kita. Aku percaya saat itu akan datang :) :)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

















