Si gadis kecil pelupa ini terkadang masih sering mengingatmu. Entah dulu itu perasaan kagum atau perasaan yang lain terkadang terselip rindu saat mengingat sosokmu, sebut saja namanya Kak Dira. Dia satu tahun lebih tua dari pada aku. Pertemuanku pertama dengan kak dira dulu waktu ketika masa orientasi siswa ( Mos ). Dulu tanpa sengaja saat salah satu kakak osis yang bertugas salah membaca nama sekolahku karena hal itu aku jadi anak yang belum mendapatkan kelas. Dan akhirnya setelah di konfirmasikan akhirnya aku mendapatkan kelas. Pertemuanku pertama dengan kak dira di mulai hari ini, takdir mempertemukan kita. Dia menjadi kakak osis yang bertanggung jawab untuk kelasku. Saat aku masuk ke kelompok aku jadi anak yang terakhir masuk. Dan saat sudah ke sana ternyata sudah selesai perkenalan dengan kak Dira, karena sudah selesai perkenalannya dan kak dira sudah memberikan beberapa tugas untuk besok. Akhirnya aku segera pergi dari kelompok dan bergegas pulang... tapi, tiba-tiba Kak Dira memanggilku dan memberiku sebuah kartu nama dia menyuruhku membawanya saat hari resmi masa orientasi siswa besok. Aku menjawab iya dengan pelan. Kak dira langsung bergegas pergi dan aku pun juga langsung bergegas pergi.
Hari pertama masa orientasi siswa kak dira yang bertanggung jawab untuk kelasku memberitahu tugas yang harus di bawa besok. Dan ternyata tugasnya harus membawa sepucuk surat cinta dan sepotong coklat silver queen. Pada surat itu juga harus di cantumkan untuk siapa. Kak dira menjelaskan beberapa materi tentang organisasi salah satunya tentang organasisasi osis yang ada di sekolah. Aku tertarik masuk ke sana. Ini berbeda sekali dengan aku dulu di smp yang cenderung tidak menyukai kegiatan organisasi. Kak dira memang sosok yang cerdas dia begitu pandai menyampaikan materi yang akan di sampaikannnya.
Hari Kedua masa Orientasi siswa.. dan hari ini juga setiap siswa baru harus memberikan coklat kepada kakak osis yang cowok harus memberikan ke kakak osis cewek dan yang cewek harus memberikan ke kakak osis cowok. Ahh.. aku bingung harus memberikan coklat ini kepada siapa. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan coklat dan suratnya kepada Kak Dira. Dan apa yang terjadi suratku terpilih untuk di bacakan di kelas.
Akhirnya masa orientasi siswa berakhir, aku hampir tidak pernah bertemu kak Dira lagi, hanya kadang berpapasan sementara waktu. Sampai pada saatnya pemilihan anggota Osis baru. Aku mengikutinya dan ternyata aku lolos jadi anggota Osis baru. Terselip rasa senang di dalam hati, apakah karena aku menjadi anggota osis baru ataukah karena aku akan bertemu dengan Kak Dira? aku masih belum menyadari apa yang aku rasakan. Jujur aku mengaggumi sosoknya, sebagai seorang kakak atau entah sebagai sosok lain, aku masih belum menyadarinya saat itu.
Saat terpilihnya aku menjadi anggota osis saat itu pula kak Dira terpilih menjadi ketua Osis, memang dia pantas mandapatkan jabatan itu. Selamat untuk kak Dira. Aku begitu bahagia dia menjadi Ketua Osis. Aku sering satu acara dengan kak Dira. Aku jadi mc dan kak dira yang mengisi acara. Beberapa kali sering seperti itu. Hari-hari berjalan begitu cepat tepat saatnya kak Dira harus meninggalkan jabatannya sebagai ketua Osis karena kak dira sudah harus menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Aku hampir tidak pernah bertemu kak dira lagi. Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan ke perguruan tinggi Kak Dira di terima di kampus biru. Aku punya nomernya kak dira di hapeku tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk hanya sekedar menanyakan kabarnya kak dira. Sampai pada suatu ketika takdir memberiku jalan, aku tak sengaja salah kirim ke nomernya kak dira. Dan dia membalas kata-kata yang tak kirim. Dan dia bertanya ini siapa? aku menjawabnya ini sofi ah pasti kak dira tidak tau nama itu karena itu nama tengahku, ternyata kak dira justru tau dia justru tau nama lengkapku. Bagaimana mungkin kak dira tau nama lengkapku? kita bahkan tidak pernah berbicara secara pribadi? bagaimana mungkin kak Dira bisa tahu? terselip rasa senang di hati saat kak Dira tahu nama lengkapku. Kami berkirim pesan selama beberapa saat dan kak Dira menanyakan bagaimana kabarku, akupun sebaliknya. Hari-hari tiba menjadi berubah terselip rasa bahagia saat aku bisa bertukar pendapat atau sekedar sharing dengan kak Dira walau hanya melalui sms. Karena kak Dira sedang menempuh kuliah di kampus biru.
Dia banyak memotivasiku, kak Dira memotivasiku untuk menggapai semua mimpi-mimpiku selama ini. :) :) kak Dira selalu jadi inspirasiku dalam menuliskan mimpi-mimpiku.
Akhirnya aku lulus ujian dan aku meneruskan di kampus pendidikan, kami berbeda kampus tapi masih satu kota. Apakah pertemuan selam ini hanyalah ketidaksengajaaan? ataukah takdir? akankah takdir mempertemukan kita kembali? Waktu yang bisa menjawab :)
Hari pertama masa orientasi siswa kak dira yang bertanggung jawab untuk kelasku memberitahu tugas yang harus di bawa besok. Dan ternyata tugasnya harus membawa sepucuk surat cinta dan sepotong coklat silver queen. Pada surat itu juga harus di cantumkan untuk siapa. Kak dira menjelaskan beberapa materi tentang organisasi salah satunya tentang organasisasi osis yang ada di sekolah. Aku tertarik masuk ke sana. Ini berbeda sekali dengan aku dulu di smp yang cenderung tidak menyukai kegiatan organisasi. Kak dira memang sosok yang cerdas dia begitu pandai menyampaikan materi yang akan di sampaikannnya.
Hari Kedua masa Orientasi siswa.. dan hari ini juga setiap siswa baru harus memberikan coklat kepada kakak osis yang cowok harus memberikan ke kakak osis cewek dan yang cewek harus memberikan ke kakak osis cowok. Ahh.. aku bingung harus memberikan coklat ini kepada siapa. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan coklat dan suratnya kepada Kak Dira. Dan apa yang terjadi suratku terpilih untuk di bacakan di kelas.
Akhirnya masa orientasi siswa berakhir, aku hampir tidak pernah bertemu kak Dira lagi, hanya kadang berpapasan sementara waktu. Sampai pada saatnya pemilihan anggota Osis baru. Aku mengikutinya dan ternyata aku lolos jadi anggota Osis baru. Terselip rasa senang di dalam hati, apakah karena aku menjadi anggota osis baru ataukah karena aku akan bertemu dengan Kak Dira? aku masih belum menyadari apa yang aku rasakan. Jujur aku mengaggumi sosoknya, sebagai seorang kakak atau entah sebagai sosok lain, aku masih belum menyadarinya saat itu.
Saat terpilihnya aku menjadi anggota osis saat itu pula kak Dira terpilih menjadi ketua Osis, memang dia pantas mandapatkan jabatan itu. Selamat untuk kak Dira. Aku begitu bahagia dia menjadi Ketua Osis. Aku sering satu acara dengan kak Dira. Aku jadi mc dan kak dira yang mengisi acara. Beberapa kali sering seperti itu. Hari-hari berjalan begitu cepat tepat saatnya kak Dira harus meninggalkan jabatannya sebagai ketua Osis karena kak dira sudah harus menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Aku hampir tidak pernah bertemu kak dira lagi. Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan ke perguruan tinggi Kak Dira di terima di kampus biru. Aku punya nomernya kak dira di hapeku tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk hanya sekedar menanyakan kabarnya kak dira. Sampai pada suatu ketika takdir memberiku jalan, aku tak sengaja salah kirim ke nomernya kak dira. Dan dia membalas kata-kata yang tak kirim. Dan dia bertanya ini siapa? aku menjawabnya ini sofi ah pasti kak dira tidak tau nama itu karena itu nama tengahku, ternyata kak dira justru tau dia justru tau nama lengkapku. Bagaimana mungkin kak dira tau nama lengkapku? kita bahkan tidak pernah berbicara secara pribadi? bagaimana mungkin kak Dira bisa tahu? terselip rasa senang di hati saat kak Dira tahu nama lengkapku. Kami berkirim pesan selama beberapa saat dan kak Dira menanyakan bagaimana kabarku, akupun sebaliknya. Hari-hari tiba menjadi berubah terselip rasa bahagia saat aku bisa bertukar pendapat atau sekedar sharing dengan kak Dira walau hanya melalui sms. Karena kak Dira sedang menempuh kuliah di kampus biru.
Dia banyak memotivasiku, kak Dira memotivasiku untuk menggapai semua mimpi-mimpiku selama ini. :) :) kak Dira selalu jadi inspirasiku dalam menuliskan mimpi-mimpiku.
Akhirnya aku lulus ujian dan aku meneruskan di kampus pendidikan, kami berbeda kampus tapi masih satu kota. Apakah pertemuan selam ini hanyalah ketidaksengajaaan? ataukah takdir? akankah takdir mempertemukan kita kembali? Waktu yang bisa menjawab :)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar