Aku masih mengingatnya, saat kau bilang padaku tak boleh menangisinya lagi. Jujur ini pertama kalinya aku menangisi seorang laki-laki hingga begitu menyesakkan, menangisinya berkali-kali. Ya Allah maafkan aku, air mataku seharusnya ku teteskan karena-Mu bukan karena ciptaanmu yang lemah. Aku tau tak seharusnya aku menangisinya. Aku hanya tidak tau bagaimana mengekspresikan rasa marah, rasa sakit hati, rasa kesal, rasa terluka. Menangis adalah salah satu caraku untuk mengekspresikannya. Selain itu menulis adalah salah satu caraku mengekspresikan perasaanku.
Dalam sujud-sujudku terkadang masih terselip namamu, terkadang masih menangisimu dalam baitan doaku. Aku takut perasaanku kepada manusia melebihi perasaanku kepada-Nya.
Waktu berjalan begitu lambat ketika kita sedang terluka, waktu memang memang tak menyembuhkan luka. Waktu hanya mengobati hal-hal yang mengerikan menjadi melegakan. Hanya kita sendiri yang bisa menghapus lukanya. Dengan keikhlasan hati sedikit demi sedikit akan mengobati luka itu. Aku mengingat janjimu, aku tak menagisinya lagi semenjak itu, aku masih selalu mengingat janjimu. Ku penuhi janjiku padamu, aku tak menangisinya lagi.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar