Jumat, 14 November 2014

Maaf untuk Kesekian Kalinya

Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, Seperti biasa aku masih bergelut dengan beberapa kesibukanku, mengerjakan beberapa tugas kuliah yang sudah menjadi makanan sehari-hari. Hari-hari semakin padat dengan beberapa deadline kegiatan yang juga sudah melambai untuk meminta di kerjakan. Suara  handphone berdering sekali tanda ada sebuah panggilan, ku lihat nama di layar ternyata 'kamu' iya panggil saja namanya ardian. Untuk kesekian kalinya aku tidak mengangkat panggilan darimu. Hp ku berdering kembali tanda bunyi panggilan darimu lagi. Maaf untuk kesekian kalinya. Itu kata-kata yang sering aku ucapkan. Aku masih berkutat dengan tugas-tugas kuliahku dan beberapa soal yang harus aku persiapkan untuk adik yang aku ajar les. Aku membuka salah satu media sosialku di laptop salah satu media online yang biasa kita gunakan. Beberapa menit aku online. Ada sebuah pesan. Dan aku baca pesan itu darimu. Kamu bertanya 'kenapa tidak mengangkat telvonnya' dengan singkat aku mengetik balasan ; 'sedang malas berbicara di telvon' kemudian kamu membalas lagi. 'sedang mengerjakan tugas apa? aku menjawabnya dengan singkat 'tugas aplikom'. Aku segera mematikan obrolan di facebook. 

Maaf untuk kesekian kalinya, aku tidak mengerti apa yang aku rasakan. Aku seperti kehilangan kepercayaan untuk mecintai lagi, kehilangan kepercayaan untuk mempercayai seseorang untuk di cintai. Maaf untuk kesekian kalinya mungkin itu yang bisa aku ucapkan. Aku seperti kehilangan. Entah apa yang telah hilang aku masih mencari. Aku akan menemukan hatiku kembali. 

Aku tau bagaimana rasanya mecintai, aku tau bagaimana rasanya patah hati. Aku tidak ingin memberikan harapan yang besar kepada seseorang jika akhirnya aku mematahkannya. Bukankah lebih kejam membunuh harapan itu sebelum tumbuh, daripada memberikan harapan namun pada akhirnya menghempaskannya?

Aku yakin suatu saat nanti aku akan menemukan kembali, seseorang yang dapat menyiram luka dalam hatiku seseorang yang bisa membuatku menemukan kepercayaan lagi untuk mecintai lagi. Aku yakin akan menemukan seseorang seperti itu, tapi aku tak bisa merasakan menemukannya di dirimu. 

-Maaf untuk ke sekian kalinya- 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar